LOGIN


email

password

Program Kami



Happiness at Work: A New Approach to Drive Business Performance

0 DAYS

Saat ini masalah happiness mulai menjadi perhatian kalangan bisnis di berbagai perusahaan besar di seluruh dunia. Bahkan tidak sedikit pemimpin perusahaan yang menetapkan happiness dalam strategi bisnisnya. Sudah banyak praktek bisnis yang membuktikan, bahwa ketika manajemen dan karyawan merasa bahagia di tempat kerja, maka akan berdampak positif terhadap kinerja baik individu maupun perusahaan. Survey membuktikan bahwa karyawan happy cenderung akan lebih produktif, lebih kreatif, lebih mudah untuk diajak masuk ke dalam perubahan, lebih kuat bekerja dalam tekanan, dan lebih sehat. Dalam buku mega best-seller The Service Profit Chain dikatakan bahwa happy people make happy customer!

Kecenderungan perusahaan menaruh perhatian lebih pada aspek happiness dimulai sejak 2010, saat Google untuk pertamakalinya menunjuk posisi CHO atau Chief Happiness Officer dibawah CEO. Inilah yang akhirnya membawa Google selama 5 tahun berturut-turut terpilih sebagai tempat kerja paling nyaman di seluruh dunia. Hal ini kemudian diikuti oleh banyak perusahaan lainnya, demikian juga dengan beberapa perusahaan di Indonesia. Bahkan Go-Jek sampai membentuk tim khusus, untuk memastikan semua karyawannya happy dalam bekerja.

Happiness telah menjadi salah satu faktor kunci sukses bagi perusahaan-perusahaan terbaik seperti IKEA, IBM, Google, Apple, Lego, McDonald, Microsoft, Oracle, Hilton, Southwest Airlines, Deloitte, Estee Lauder, Facebook, HP, Lowe’s, JW Marriot, Panasonic, Zappos.com dan masih banyak lagi. Perusahaan-perusahaan besar tersebut telah mengganti filosofi dalam bekerja yang semula “sukses dulu baru bahagia” menjadi “bahagia dulu baru sukses”. Mereka menemukan, bahwa konsep job satisfaction yang selama ini banyak dianut, secara tidak langsung mendorong karyawan menjadi bersikap transaksional. Job satisfaction lebih banyak menyentuh sisi rasio sedangkan happiness lebih ke hati dan perasaaan. Contoh seseorang yang dipromosikan dalam pekerjaannya, dia hanya merasa senang dan bangga pada awal minggu atau bulan saat dipromosikan. Dengan berlalunya waktu maka jabatan yang diperoleh tersebut dianggap sesuatu yang wajar. Demikian juga ketika seseorang memperoleh kenaikan gaji serta bentuk penghargaan lainnya, kebahagiaan hanya dirasakan di awal dan selanjutnya menjadi sesuatu yang biasa. Padahal manajemen dituntut untuk bisa menjaga seluruh karyawan tetap berkomitmen setiap saat.

Untuk itulah lewat pembelajaran 2 hari ini, peserta akan diajak berpikir kembali bagaimana memastikan setiap karyawan yang ada di perusahaan, bekerja bukan hanya dengan otak tapi juga dengan hati dan bisa merasakan happy setiap saat tanpa harus menunggu saatnya pembagian bonus di awal tahun depan. Lewat konsep happiness @ work, maka employee engagement juga akan mudah untuk ditingkatkan. Dalam program pelatihan 2 hari yang menyenangkan ini, peserta akan diberikan banyak contoh praktis dari penyelenggaran happiness @ work di tempat kerja yang mudah untuk diaplikasikan, rendah dalam biaya investasi namun memberikan dampak besar bagi perusahaan. Program ini akan menjadi solusi yang efektif khususnya bagi perusahaan-perusahaan dimana angkatan kerjanya mulai bergeser dari generasi baby boomer dan gen X ke generasi milenial dan gen Z. Pengelolaan perusahaan secara substansi tidak berubah dari nilai-nilai yang ada, namun bentuk pengelolaannya disesuaikan dengan minat dan kesukaan karyawan sebagai internal customer.

Metode pembelajaran:

  • Pengajaran konsep dan praktik terbaru dari happiness @ work
  • Diskusi dan simulasi kelompok
  • Pemutaran beberapa film pendek yang menginspirasi
  • Sharing pembicara tamu / visit ke perusahaan praktisi

OBJECTIVE

  1. Peserta memperoleh pengetahuan terkini terkait model happiness @ work
  2. Peserta memiliki kesempatan bersimulasi untuk praktek happiness @ work
  3. Peserta memperoleh spirit dalam berbagi happiness @ work
  4. Peserta mampu menjalankan program happiness @ work di perusahaan
  5. Peserta menjadi agent of happiness di tempat kerja masing-masing
  6. Terbentuknya jaringan dan komunitas praktisi dan pemerhati happiness @ work

PARTICIPANTS

  1. Pimpinan/pemilik perusahaan
  2. Pemerhati/Praktisi SDM dan Organisasi
  3. Setiap individu yang terpanggil untuk mendalami tentang Happiness @ Work

SCOPE

  1. Kahneman’s Hybrid Model of Happiness
  2. Satisfaction VS Happiness
  3. Solving Problems vs Create Happiness
  4. Result and Relationship
  5. Success -> Happiness VS Happiness -> Success
  6. Happy Workplaces Makes More Money
  7. A CHO’s job (Chief Happiness Officer)
  8. Make Your Customer Happy!
Download Syllabus

SCHEDULE 19

Saat ini belum terdapat jadwal untuk program ini.